, ,

Studentpreneur : Pilihan menuju sukses

 
 
Beberapa tahun terakhir trend menjadi enterpreneur sepertinya merambat di berbagai bidang, kesadaran pentingnya Indonesia terus melahirkan enterpreneur selama 10 tahun terakhir terus meningkat. Seminar, workshop. buku, talkshow, lomba2 banyak sekali yang mengangkat tema terkait menjadi seorang enterpreneur.

Anywaw, kenapa siey menjadi enterpreneur begitu penting ? sekilas ingin saya tampilkan dulu data2 yang ada hasil googling, (just in case takut ada yg belum tahu, kalau udah bisa lompat paragraf) :
Menurut penelitian dio Harvard University (ada yang berani bantah untuk kampus sebesar ini ? hhe) dalam buku “The Achieving Society”, suatu negara akan dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari penduduknya menjadi pengusaha. Artinya untuk Indonesia, minimal 5 juta orang, krn jumlah penduduk 230juta-an. FYI, sejauh ini baru sekitar 450ribu pengusaha ada di Indonesia, hmmm…. artinya masih perlu 10 kali lipat lagi yaa, wajar donk pengangguran dimana-mana, yang mau nyerapnya ajaKURANG, so plis dont just complain, buat perubahan. Buat angka pembanding aja nie Amerika memiliki 12% lebih enterpreneur, tetangga sebelah kita Singapura 8%, Jepang dan China masing2 >7%.

Oke, kembali ke topik utama : “Kenapa harus menjadi enterpreneur sejak mahasiswa ?” Apa ga nunggu nanti aja kalo udah lulus biar bisa fokus ?

ga harus kok, ini PILIHAN :) , tapi banyak beberapa keuntungan yang ingin saya share dari pengalaman saya pribadi kalo memulai sejak mahasiswa :

1.  Gampang dapet modal : beruntunglah jadi mahasiswa jaman sekarang, silahkan googling atau cari informasi lomba di kampus kamu atau kampus lainnya, begitu banyaaaaak sekali lomba-lomba yang siap memberikan modal untuk ide proposal bisnis kamu, selama memenuhi kriteria penjurian. Jadi yang suka mengeluh malas menjalankan bisnis karena ga punya modal, fakta ini membatahnya. Sayangnya, beberapa teman saya justru ada lho yang unikk, kalau saya sebut “hunting lomba-mania” jadi ikut lomba ide bisnis atau PKM_K sering dan banyak Gol! tapi ga ada yang jalan bisnisnya, uangnya dipakai untuk keperluan pribadi, kasihan sekali peserta yang tersisih lomba padahal benar-benar niat bikin usaha :( 

2. Mencari Mentor masih mudah : Selama menjadi enterpreneur kita akan banyak mengalami kendala dan bisa dipastikan jalannya ga akan semulus jalan tol, jadi mutlak kita perlu bimbingan jika sedang blank ga tahu mesti gimana. Kamu bisa minta wejangan ke kakak senior atau teman kamu yang sudah menjadi enterpreneur, dosen-dosen kamu, terutama yang mata kuliahnya terkait, kalo udah lulus nanti bayar lho untuk konsultasi per jam, hhe … dan banyak lagi yang bisa dijadikan mentor secara GRATIS kalau kamu mau cari, beda halnya kalau udah lulus, udah berkeluarga lagi, orang akan sibuk dengan kehidupannya masing-masing. bahkan ikut SEMINAR2 enterpreneur pun banyak yang GRATIS atau harga tiketnya masih ekonomis, ekstrim beda kalau udah lulus.

3. RESIKO lebih kecil : pilih mana ??? Bangkrut menjalankan bisnis tapi masih jadi mahasiswa ATAUU bangkrut saat menjalankan bisnis sudah punya 2 orang anak, hmm … semakin lama kita hidup, apapun yang kita lakukan akan semakin berpengaruh banyak terhadap orang sekeliling kita, bayangkan kalau bisnis kita gulung tikar masih mahasiswa kita masih sangat produktif untuk bekerja saat lulus nanti, dan kegagalan sebelumnya bisa jdi pengalaman. Anw, point ini bukan berarti kalo udah punya keluarga ga boleh berenterpreneur yaaa, saya hanya sedang membandingkan resiko.

4. SDM banyak dan murah : Asal kamu banyak teman dan kenalan di kampus, dari berbagai jurusan apalagi, mereka bisa kamu jadikan SDM di perusahaan yang hendak kamu dirikan dg fee yang murah karena part-time dan masih mahasiswa. Dengan mudahnya kamu bisa hiring teman2 kamu.

5. BUKU terkait enterpreneur banyak banget dicetak saat ini. Buku-buku ini biasanya ditulis oleh mereke yang jungkir balik menjadi enterpreneur, dengan buku-buku ini kamu tidak perlu melakukan kesalahan sama seperti yang mereka sudah ingatkan di buku. Kalo belajar hanya dari pengalaman kita sendiri sangatlah sombong menurut saya, hhe….

dan banyak keuntungan lainnya,, sekarang ingin saya share beberapa point penting resiko menjadi Studentpreneur :
Karena tugas utama kamu adalah kuliah, jadi jangan sampai kamu 24jam mikirin bisnis melulu, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kamu harus bisa menentukan skala prioritas. Jangan lupa juga dalam bisnis akan banyak hambatan, sangat disarankan memilih bisnis sesuai dengan passion kamu, karena kalau tidak akan terasa mendapat SKS kuliah tambahanan, hhe beban banget… kalau saya misalnya punya passion “mengajar” n lebih banyak kelebihan public speaking jadi saya mendirikan bimbingan belajar selama kuliah…

demikian cerita saya hari ini semoga bermanfaat, see u at the TOP!!

sumber :http://billyboen.com/studentpreneur-pilihan-menuju-sukses/